Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Kota Solo memantulkan rona keemasan yang hangat menyiramkan cahaya lembut ke atas deretan genting tanah liat dan dedaunan pohon sawo kecik yang melambai tertiup angin senja Pukul 1630 WIB udara terasa sejuk membawa aroma basah tanah yang bercampur dengan wangi melati dari pekarangan warga Di beranda belakang rumah Raina dua cangkir porselen berisi teh poci hangat dan sepiring pisang goreng mengepulkan uap tipis ke udara menciptakan suasana sore yang begitu menenangkan