Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menyingsing megah di atas punggung bukit kapur memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus sela-sela janur kuning dan kain belacu putih di halaman markas teater desa Udara pagi hari itu terasa sangat segar membawa serta aroma harum melati putih kemenyan lembut dan wangi daun pandan yang ditaburkan di sepanjang jalan setapak menuju panggung utama Seluruh warga desa sahabat-sahabat dari kelompok teater serta keluarga besar tampak duduk berbaris rapi di atas bangku-bangk