Cuplikan Chapter ini
Langit malam ibu kota menggantung rendah pekat tanpa bintang memantulkan bias cahaya oranye dari ribuan lampu gedung pencakar langit yang meredam kesunyian di dalam kamar apartemen mewah lantai tiga puluh lima Raina terbangun dengan napas terengah-engah dadanya naik turun tak beraturan sementara keringat dingin membasahi pelipis dan helaian rambutnya yang berantakan di atas bantal beludru putih Di luar sana deru kendaraan bermotor dari jalan tol elevated terdengar sayup-sayup bagaikan