Cuplikan Chapter ini
Angin pagi berhembus lembut melewati celah-celah dedaunan pohon kenari di lereng bukit membawa serta aroma basah tanah pegunungan yang baru saja tersiram embun Sinar matahari keemasan perlahan merayap naik menerangi halaman markas teater tua yang kini telah berubah menjadi pusat kegiatan komunitas seni yang hidup dan penuh warna Di teras depan di atas sebuah meja kayu jati yang panjang terbentang lembaran-lembaran kertas buram berisi sketsa tata panggung daftar tamu undangan serta cat