Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menyemburkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah daun pisang di pekarangan rumah berdinding bilik bambu yang kini telah ditempeli stempel segel merah pengadilan Udara desa beraroma tanah basah sisa hujan semalam dan embun pagi yang pekat menggantung di atas atap seng yang sudah berkarat Di dalam ruang tamu yang kosong tanpa perabot karena sebagian besar barang telah disita atau dijual demi menutupi kebutuhan mendesak Raina duduk bersimpuh di atas sehelai tikar pand