Cuplikan Chapter ini
Malam merangkak pelan membawa hawa dingin pegunungan yang menusuk tulang hingga ke balik dinding bilik kayu yang mulai lapuk dimakan usia Di emperan rumah kecil peninggalan kakeknya yang terletak di lereng Merbabu Aryo duduk bersandar pada tiang kayu penyangga kedua tangannya memeluk lutut sementara tatapannya kosong menembus pekatnya kegelapan di luar halaman Lampu minyak sentir di sampingnya berkedip lemah memantulkan bayangan bergerak-gerak di wajahnya yang kini tampak lebih tegas dan