Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Kota Solo merayap turun perlahan di balik gugusan awan jingga kemerahan menyisakan bias cahaya keemasan yang memantul di atas genting-genting tanah liat perkampungan lama Pukul 1645 WIB udara terasa sejuk berkat angin senja yang bertiup pelan membawa aroma basah tanah dan wangi melati yang menguar dari pekarangan warga Di sebuah tikungan jalan kampung yang sunyi tertutup rindangnya pohon sawo kecik Aryo berdiri termangu mematung di balik bayangan tembok bata merahSuda