Cuplikan Chapter ini
Malam merayap lambat di balik kaca jendela kamar kos Aryo yang dipenuhi embun dingin menyisakan keheningan yang terasa begitu menusuk tulang setelah hujan deras reda Di atas meja kayu beralaskan taplak plastik kusam sebuah lampu bohlam sepuluh watt memancarkan cahaya kekuningan yang redup menerangi separuh ruangan sempit berukuran tiga kali tiga meter tersebut Aryo duduk bersila di atas tikar spons tipis yang sudah mulai mengempis menatap kosong ke arah cangkir kaleng berisi air putih h