Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi baru saja menyembulkan sinarnya di balik punggung bukit kapur mengalirkan bias keemasan yang hangat ke atas permukaan jalan setapak berbatu di sudut kota kecil yang tenang Udara pagi hari itu terasa begitu segar membawa serta aroma embun yang menempel di pucuk-pucuk daun ilalang serta bau khas tanah basah sisa hujan gerimis semalam Aryo melangkah pelan menyusuri trotoar tua yang dinaungi oleh deretan pohon amaryllis liar yang sedang mekar berwarna keunguan Di tempat inilah