Cuplikan Chapter ini
Hari Minggu pagi di kota kecil ini menyambut dengan bias cahaya keemasan yang menembus sela-sela dedaunan pohon kenari tua di tepi alun-alun menciptakan bayangan peliang dan garis-garis cahaya yang menari lembut di atas permukaan aspal yang mulai retak Raina berdiri terpaku di trotoar berbatu mengenakan mantel wol krem favoritnya yang kini tampak sedikit kontras dengan keramaian pagi hari warga lokal yang berlalu-lalang membawa kantong belanjaan pasar tumpah Udara pagi terasa sejuk mem