Cuplikan Chapter ini
Matahari sore baru saja meluncur turun di balik jajaran genting tua kawasan permukiman padat pekerja pabrik di pinggiran ibu kota menyisakan bias kemerahan yang memantul di kaca jendela kontrakan sempit Raina Di dalam ruangan berukuran tiga kali tiga meter itu aroma kertas tua dan teh melati hangat berpadu dengan debu jalanan yang menyusup lewat celah ventilasi Raina duduk bersila di atas tikar pandan usang memegang sebuah amplop kertas cokelat kusam yang baru saja diantarkan oleh tukang