Cuplikan Chapter ini
Pukul 2015 WIB Stasiun Gubeng di Surabaya tampak padat oleh kerumunan penumpang malam yang berdesakan di bawah sorotan lampu neon peron yang berpendar putih kebiruan Suara pengumuman keberangkatan kereta bergema silih berganti dari pengeras suara berpadu dengan deru roda besi gerbong yang bergesekan di atas rel baja Di tengah keramaian itu Aryo berdiri terpaku di dekat pilar peron tiga mengenakan jaket kain parasut kumal dan sebuah tas ransel berat yang tersampir di satu bahunyaKereta