Cuplikan Chapter ini
Udara malam Kota Bandar Lampung merayap lambat membawa serta kelembapan khas Teluk Betung yang berpadu dengan aroma kopi robusta dari kedai-kedai kecil di sudut trotoar Jam di dinding ruang kerja kecil itu menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit malam Cahaya kuning temaram dari lampu meja menyorot langsung pada tumpukan dokumen laporan keuangan yang berserakan di atas meja kayu jati tua Di luar jendela kaca kerlip lampu kendaraan di Jalan Wolter Monginsidi terlihat samar menc