Cuplikan Chapter ini
Pukul delapan lewat lima belas menit malam hari langit di atas kawasan perbukitan selatan tampak bersih bertaburkan ribuan bintang yang berpendar terang tanpa terhalang oleh polusi cahaya kota besar Udara malam terasa dingin menggigit kulit membawa serta aroma khas getah pohon pinus dan tanah basah yang tersiram embun malam Di teras belakang rumah singgah mereka yang kini telah direnovasi menjadi tempat tinggal yang hangat dan nyaman Aris Pratama duduk bersandar di kursi goyang kayu jati