Cuplikan Chapter ini
Pukul tiga lewat sepuluh menit dini hari Suara detak jarum jam dinding kuno berukuran besar di sudut ruang tamu terdengar begitu nyaring memecah kesunyian malam yang pekat Udara dingin dari luar jendela yang tidak tertutup rapat merayap masuk menyentuh permukaan kulit Aruna yang sedang duduk meringkuk di atas sofa panjang berwarna kelabu tua Ia memeluk lututnya erat-erat mengenakan sweater wol tebal milik Baskara yang bau khasnyacampuran kayu manis dan tembakau ringansudah mulai memud