Cuplikan Chapter ini
Malam telah merayap naik ke puncak kubah langit membawa serta hawa dingin akhir musim gugur yang menusuk tulang hingga ke balik serat-serat mantel wol tebal Pukul sebelas lewat empat puluh lima menit malam waktu di mana denyut kehidupan di kota kecil itu perlahan-lahan padam menyisakan jalanan aspal basah yang berkilat memantulkan cahaya kuning pudar dari deretan lampu jalan yang berdengung lemah Di dalam ruang perpustakaan kota yang tua namun terawat aroma khas kertas usang kayu jati