Cuplikan Chapter ini
Suasana pagi di ruang kerja apartemen minimalis milik Arka seharusnya menjadi awal hari yang tenang namun udara terasa begitu pengap oleh ketegangan yang tak kasat mata Jam dinding di sudut ruangan menunjukkan pukul delapan lewat lima belas menit Di luar jendela langit kota Jakarta tampak kelabu diselimuti kabut tipis dan polusi yang memantulkan cahaya matahari pucat Deru kendaraan dari jalan raya di bawah terdengar samar-samar berpadu dengan suara ketukan keyboard laptop yang berderak