Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menembus celah-celah jendela kamar lantai atas dengan lembut menyapukan pendar keemasan di atas permukaan lantai kayu yang bersih Suasana pagi di rumah mungil Arjuna dan Kirana terasa begitu syahdu dan menenangkan jauh berbeda dari ketegangan yang sempat melanda beberapa waktu lalu setelah kedatangan Pak Hartono Aroma kopi hitam segar bercampur dengan wangi roti panggang mentega mengepul dari arah dapur terbuka di lantai dasar menciptakan atmosfer domestik yang hangat dan p