Cuplikan Chapter ini
Fajar menyingsing di ufuk timur kota kecil yang tenang mengantarkan sinar keemasan yang menembus celah-celah jendela kaca perpustakaan tua dengan kehangatan yang belum pernah dirasakan sebelumnya Pukul enam lewat lima belas menit pagi hari udara musim semi yang segar membawa aroma embun pagi dan harum dedaunan basah dari bukit belakang Di ruangan utama perpustakaan yang telah direnovasi total Aris Pratama berdiri tegak menghadap ke arah meja administrasi utama merapikan tumpukan dokumen