Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Kota Bandar Lampung meredup perlahan menyisakan bias jingga keemasan yang menembus jendela kaca studio arsitektur kecil milik Arjuna dan Kirana Ruangan itu dipenuhi aroma harum teh hijau melati dan wangi kertas sketsa baru yang tertumpuk rapi di sudut meja kerja Waktu menunjukkan pukul lima lewat sepuluh menit detik-detik menjelang senja yang selalu menghadirkan keheningan tersendiri di kediaman mereka Di luar lalu lintas jalanan kota mulai melambat sementara di dalam