Cuplikan Chapter ini
Pukul sepuluh malam lewat lima belas menit waktu setempat angin malam musim gugur bertiup lembut menerpa kaca jendela kamar utama rumah singgah di kaki bukit sejarah membawa hawa dingin yang menusuk tulang Di luar kegelapan pekat menyelimuti pepohonan pinus dan jalan setapak batu hanya menyisakan suara serangga malam serta derit pelan ranting yang saling bergesekan Di dalam kamar yang diterangi oleh temaram lampu tidur kekuningan suasana terasa begitu sunyi dan privat jauh dari hiruk-