Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menyembul perlahan di ufuk timur memancarkan pendar keemasan yang menembus celah-celah tirai linen putih di kamar tidur Arka dan Sasi Udara pagi hari terasa begitu segar membawa aroma embun yang bercampur dengan wangi kopi seduh yang menguar lembut dari arah dapur apartemen mereka Hari ini adalah tanggal sepuluh September sebuah tanggal yang memiliki makna paling sakral dan terpatri abadi di dalam ingatan kedua insan tersebuthari di mana takdir pertama kalinya mempertemuka