Cuplikan Chapter ini
Cahaya keemasan matahari sore merambat pelan melalui celah-celah gorden linen berwarna gading di kamar kecil itu Debu-debu halus menari di udara dalam koridor cahaya menciptakan atmosfer yang begitu tenang kontras dengan gemuruh badai emosi yang sempat melanda jiwa mereka selama berminggu-minggu terakhir Waktu seakan melambat memberi ruang bagi keheningan yang lama dirindukan untuk mengisi setiap sudut ruangan Di luar jendela angin musim semi berembus lembut mengibarkan ujung daun-dau