Cuplikan Chapter ini
Pukul lima lewat tiga puluh menit pagi Semburat jingga keemasan perlahan-lahan merayap di balik cakrawala timur menembus celah-celah kaca jendela kamar tidur utama yang bersih dari debu Udara pagi terasa sejuk membawa aroma sisa embun yang menempel di dedaunan mangga tua di pekarangan luar Di atas ranjang besar berseprai putih bersih Aruna terbangun dari tidurnya yang nyenyak Tidak ada lagi mimpi buruk tentang badai longsor atau helikopter evakuasi yang menghantui malam-malamnya Di