Cuplikan Chapter ini
Sore hari di Surabaya merayap lembut membawa serta semilir angin laut Selat Madura yang beraroma garam dan besi tua menyusup ke celah-celah jendela kafe dermaga yang menghadap langsung ke arah Pelabuhan Tanjung Perak Di sudut ruangan berdekorasi kayu industrial itu Aris duduk gelisah di kursi kayu jati sambil sesekali melirik jam tangan peraknya yang menunjukkan pukul 1600 WIB Tiga puluh menit yang lalu pesan singkat dari Maya telah mendarat di ponselnya mengabarkan bahwa perempuan it