Cuplikan Chapter ini
Jawaban yang Dinanti Tangis haru penerimaan penuh suka cita Matahari sore di ujung musim kemarau memancarkan bias keemasan yang lembut menembus celah-celah ventilasi kayu di studio arsitektur mandiri milik Arjuna dan Kirana Suasana di dalam ruangan itu begitu tenang diwarnai oleh aroma harum teh melati yang mengepul dari dua cangkir keramik putih di atas meja kerja Di luar jendela angin sepoi-sepoi menggoyangkan dedaunan pohon mangga menciptakan bayang-bayang samar yang menari di ata