Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Teluk Betung Bandar Lampung merangkak naik dengan perlahan memantulkan kilau keemasan di atas permukaan air laut yang tenang seperti cermin raksasa Pukul enam lewat seperempat pagi udara masih terasa begitu segar membawa serta aroma khas garam laut yang bercampur dengan wangi embun pagi yang menempel di pucuk-pucuk daun mangga dan ketapang di halaman belakang rumah joglo tradisional milik orang tua Reina Di teras kayu jati tua yang mengkilap karena puluhan tahun usia p