Cuplikan Chapter ini
Malam semakin larut merayap di atas kota pesisir yang basah oleh sisa-sisa hujan gerimis meninggalkan kelembapan dingin yang meresap hingga ke balik dinding-dinding kamar loteng itu Di luar angin laut berembus kencang menghantam kaca jendela kayu dengan ritme konstan yang terdengar seperti ketukan jari-jari tak kasat mata Ruangan tersebut hanya diterangi oleh seberkas cahaya kemerahan dari lampu tidur kecil berbentuk bola dunia di atas meja sudut menciptakan bayangan-bayangan panjang ya