Cuplikan Chapter ini
Pukul enam lewat tiga puluh menit pagi hari kabut tipis putih tampak masih menyelimuti lembah hijau di kaki pegunungan selatan memantulkan bias cahaya keemasan matahari terbit yang perlahan-lahan merayap naik menembus rimbunnya pepohonan cemara Udara pagi terasa begitu dingin bersih dan segar membawa aroma khas tanah basah serta dedaunan pinus yang tersiram embun semalam Di sebuah beranda pondok kayu bergaya klasik yang berdiri anggun menghadap langsung ke arah danau kecil berair jerni