Cuplikan Chapter ini
Pukul dua belas malam lewat lima belas menit Hujan deras mengguyur atap seng rumah Aruna dan Baskara dengan ritme yang monoton menciptakan bunyi gemuruh konstan yang memecah kesunyian malam di luar jendela kamar tidur utama Di dalam ruangan yang hanya diterangi temaram lampu tidur berwarna kuning hangat udara terasa lembap dan dingin Baskara terbangun seketika saat mendengar isakan tertahan yang keluar dari sisi ranjangnya Ia menoleh dan mendapati Aruna meringkuk di sudut kasur memeluk