Cuplikan Chapter ini
Angin sore yang bertiup pelan di Stasiun Lempuyangan membawa aroma khas arang kereta uap tua yang bercampur dengan bau debu jalanan Yogyakarta Di sudut peron warung kopi kecil milik Mbok Jah yang terbuat dari papan kayu cat hijau kusam mendadak riuh oleh suara denting sendok dan gelak tawa para pensiunan kereta api Namun sore itu topik pembicaraan di meja panjang tidak lagi berkisar pada kenaikan harga sembako atau jadwal kedatangan kereta malam melainkan sebuah kabar angin yang menyeba