Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menembus celah-celah dedaunan pinus di lereng bukit menyebarkan pendar keemasan yang hangat ke atas permukaan tanah yang masih basah oleh embun Udara pagi terasa sangat renyah dan segar membawa aroma pinus serta tanah basah yang menenangkan jiwa Tidak ada suara deru kendaraan bermotor klakson yang memekakkan telinga atau dering alarm ponsel yang kerap kali merusak kedamaian pagi di kota besar Yang terdengar hanyalah siulan merdu burung-burung liar dan gemerisik daun yang