Cuplikan Chapter ini
Malam merayap perlahan di atas kota pesisir yang tenang membawa serta angin dingin yang berembus pelan dari arah laut lepas Langit di luar jendela kamar lantai dua itu tampak pekat tanpa bintang diselimuti oleh mega-mega kelabu yang menggantung rendah seolah menahan beban musim hujan yang panjang Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh temaram lampu tidur berwarna kuning hangat suasana terasa begitu hening hampir sakral Jam dinding antik di sudut ruangan menunjukkan pukul sepuluh l