Cuplikan Chapter ini
Pukul tiga sore lewat lima belas menit Matahari di langit kota perlahan-lahan condong ke barat memancarkan pendar cahaya keemasan yang lembut dan hangat menembus barisan pohon-pohon rindang di Taman Anggrek Suasana sore itu terasa begitu menenangkan angin sepoi-sepoi berhembus pelan membawa aroma tanah basah dan kelopak bunga melati yang berguguran di atas jalur pejalan kaki berbatu kerikil Di salah satu bangku taman kayu bercat putih yang menghadap langsung ke kolam buatan penuh terata