Cuplikan Chapter ini
Pukul tujuh lewat lima belas menit pagi hari mentari musim semi menerobos masuk melalui celah-celah tirai linen berwarna gading di sebuah kamar pengantin bergaya klasik kolonial Udara pagi terasa begitu segar dan sejuk membawa aroma samar embun yang berpadu dengan wangi bunga sedap malam yang diletakkan di sudut ruangan Di luar jendela lanskap Bukit Kenari tampak membentang luas dengan hamparan rumput hijau yang berkilau disiram tetesan air pagi seolah turut menyambut hari paling bersej