Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
KETIKA CITA TERBENTUR CINTA
Suka
Favorit
Bagikan
22. Kapan Kita Pacaran

FADE OUT

FADE IN

90.INT.KELAS-PAGI HARI.

Rini kemudian kembali ke kelas dan duduk di samping Jefri.

Jefri    

Darimana saja. Biasanya kamu yang paling rajin kalau soal duduk di kelas daripada aku.

(Melihat Rini.)

Rini    

Bukan urusanmu.

Jefri    

Lagi kumat?

Rini    

Sudah diam jangan pedulikan aku.

Jefri kemudian menghadap ke depan kelas ketika pak Boni masuk. Bel istirahat pun berbunyi, teman-teman kelas XII 2 keluar kelas untuk beristirahat. Rini kemudian keluar melangkahkan kaki meningggalkan Jefri yang masih duduk di kursi.

Jefri    

Tunggu, kamu kenapa sih dari tadi jawabannya ketus dan diam melulu.

(Menarik tangan Rini.)

Rini   

Sudah kubilang jangan peduli dengan diriku. Ingat batasanmu, aku tidak akan mengganggumu dengan pacarmu.

(Menoleh kepada Jefri.)

Jefri    

Apa kamu masih marah denganku karena kejadian meninggalkan dirimu di restoran? Aku sudah minta maaf dan kemarin juga kita sudah pergi kesana. Kenapa kamu masih marah-marah.

(Berdiri.)

Rini    

Aku tidak mau berurusan dengan dirimu dan pacar yang kamu pertahankan hingga melupakan janji dan mengerjaiku sampai malam. Lepaskan tanganku.

Jefri kemudian melepaskan tangan Rini. Rini kemudian pergi keluar kelas melangkahkan kaki meninggalkan Jefri. Jefri kemudian duduk kembali di kursi pojok belakang.

Jefri    

Apa sih maunya? Bisanya hanya marah-marah melulu. Tapi kenapa dia tahu kalau aku ketemu dengan Ria dan membuat janji kemarin malam batal? Jangan-jangan dia marah karena masalah itu.

(Jefri berkata sendiri dan kemudian berdiri meninggalkan ruang kelas berlari mencari Rini.)

CUT OUT:

91.KANTIN-SIANG HARI.

Rini sedang berada di kantin sekolah duduk sendirian makan mie goreng dan minum jus jambu kemudian datanglah Andy.

Andy 

Aku boleh duduk.

(Posisi berdiri melihat Rini membawa makanan mie goreng dan minuman jus jambu serta buku.)

Rini    

Tentu saja duduklah.

(Melihat Andy.)

Andy 

Aku senang bisa makan bersama denganmu.

(Duduk di hadapan Rini.)

Rini    

Kamu kenapa pesan mie goreng dan jus jambu sepertiku. Bukannya kamu suka bakso  dan teh manis.

Andy  

Karena aku dan dirimu selalu sama bukankah ini tandanya jodoh.

Rini    

Kamu bicara apa sih? Kamu suka gombal juga ya.

Andy  

Tidak aku tidak suka gombal karena aku suka kamu.

Rini    

Andy jangan bercanda mulu. Eh, bukankah ini novel seri terbaru. Aku sangat suka novel edisi pertamanya. Bolehkah aku meminjamnya?

Andy  

Kamu boleh memilikinya. Aku membeli buku novel itu untukmu. Kemarin aku melihatnya di salah satu toko buku dan aku teringat dirimu.

(Mengulurkan buku novel kepada Rini.)

Rini    

Seriusan. Makasih Andy.

(Tersenyum dan menerima novel dari tangan Andy.)

Andy  

Rin, jangan mengalihkan pembicaraan. Sejujurnya aku masih menunggumu untuk membuka hati untukku. Meskipun kamu menolakku tapi aku akan menanti dirimu menerimaku. Tidak bisakah kamu melihatku yang selalu ada untukmu dari dulu bukan malah Jefri yang merupakan orang baru di hidupmu.

Jefri    

Tidak bisa karena dia menyukaiku. Ayo ikut aku.

(Berdiri dengan melihat Andy dan kemudian menarik tangan Rini berdiri.)

Rini   

Kamu kenapa ada disini? Kamu mengikutiku lagi.

(Berdiri dan menatap Jefri.)

Jefri    

Ada hal yang perlu dibicarakan dan ini penting tidak bisa ditunda lagi.

Rini    

Mau ngomong apa?

Jefri    

Tidak disini.

(Menatap Andy yang melihat Jefri dan Rini.)

Rini   

Katakan saja disini.

Jefri    

Tidak bisa. Ayo cepat.

(Menarik tangan Rini melangkahkan kaki bersama dan Rini berjalan di belakangnya.)

Andy melihat mereka berdua pergi. Andy terlihat kesal dan menggebrak meja dengan tangannya yang menggengam hingga semua teman-teman di kantin menoleh kepadanya. Andy kemudian pergi meninggalkan kantin dan mengambil buku novel yang diberikan kepada Rini.

CUT TO:

92.BALKON-SIANG HARI.

Rini dan Jefri sudah berada di balkon.Jefri kemudian membalikan badan menatap Rini.

Rini    

Pemaksaan. Apa ini yang bisa kamu lakukan sekarang? Menarik paksa tangan orang dan berlari mengikutimu.

Jefri    

Aku tahu sekarang alasan dirimu marah.

Rini    

Apa? Apa yang kamu tahu? Kamu tidak pernah peduli dan tidak pernah bisa memahami jadi jangan mengikutiku lagi dan mencampuri urusanku.

Jefri    

Aku membawamu kesini karena aku peduli. Aku tahu kamu menyukaiku bukan. Ria pasti mengatakan banyak hal yang bukan kebenarannya. Kamu cemburu dengan penjelasan Ria kepadamu.

Rini    

Tidak usah pedulikan aku. Lagian kalian cocok jadi pasangan kekasih. Kamu menyukainya bukan. Aku tadi sudah mengatakan kepadanya kalau kamu masih menyukainya. Jadi jangan khawatir tidak pernah ada perasaan cemburu didiriku.

Jefri    

Kenapa? Kenapa kamu mengatakannya?

Rini    

Kukira dengan aku mengatakannya dirimu dan Ria akan kembali menjadi pasangan dan mulai sekarang kita putus.

Jefri    

Memang kapan kita pacaran? Kenapa kamu mengatakan kita putus.

Rini    

Lupakan aku salah ngomong. Aku mau pergi.

(Membalikkan badan melangkahkan kaki pergi meninggalkan Jefri.)

Jefri    

Tunggu. Sampai kapan kamu akan menutupi perasaanmu? Aku tahu sebenarnya perasaanmu kepadaku.

Rini   

Sudah kubilang aku tidak ada perasaan apapun kepadamu. Jadi mulai sekarang ingat batasanmu dan aku tidak akan mencampuri urusan kalian berdua lagi. Aku tidak  peduli.

(Menoleh kepada Jefri.)

Jefri    

Pergilah. Berbicara dengan siluman sepertimu hanya membuatku kesal. Pergi sana jauh-jauh dariku.

Rini    

Kenapa jadi dirimu yang kesal? Seharusnya aku yang kesal. Kamu menggangguku makan.

Jefri    

Bilang saja kamu kesal karena aku menggangumu saat cowok itu bilang suka kepadamu bukan. Suruh Andy untuk periksa mata dan telinga, mungkin dia sedang bermasalah dengan penglihatannya dan pendengarannya karena bisa suka dengan siluman sepertimu yang hobinya hanya teriak-teriak.

Rini    

Terserah aku pergi.

(Melangkahkan kaki pergi meninggalkan Jefri yang menatapnya.)

CUT OUT:

93.DEPAN KELAS-SIANG HARI.

Jefri kemudian pergi menuju kelas XII 5. Terlihat Ria senang dan kemudian menemui Jefri yang sedang berada di depan kelasnya.

Ria     

Kamu ingin menemuiku bukan.

Jefri    

Kenapa? Kenapa kamu mengatakan kepada Rini bahwa kita bertemu dua hari yang lalu. Apakah itu cukup penting bagimu? Bukankah seharusnya kamu cukup diam dan tidak perlu mengatakan hal yang seharusnya tidak perlu. Hubungan kita sudah berakhir.

Ria     

Kenapa harus membahas cewek itu? Kenapa tidak membahas hubungan kita saja. Aku tahu kamu masih menyukaiku dan sama aku juga masih menyukaimu. Bukankah kita lebih baik kembali menjadi pasangan kekasih.

Jefri    

Tidak, aku menyukai Rini sekarang. Jadi jangan pernah mengatakan apapun tentang hubungan yang sudah kandas. Jangan pernah menemuiku dimanapun aku berada.

(Meninggalkan Ria yang terlihat kesal menatap Jefri.)

 

 

 

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar