Cuplikan Chapter ini
Sinar matahari sore menyusup lembut melalui jendela kaca rumah susun yang kini tampak begitu hangat dan tertata rapi Di ruang keluarga yang dulunya menjadi saksi bisu berbagai ketegangan kini tercipta kedamaian yang mendalam Maya duduk bersandar di sofa empuk memegang sebuah kotak kayu antik berukir ukiran klasik milik almarhum kakek Ariskotak pusaka yang baru saja mereka temukan di sudut lemari tua keluarga beberapa hari lalu Aris berdiri di sampingnya meletakkan dua cangkir teh hanga