Cuplikan Chapter ini
Kalau kamu terus-terusan mengupas kentang seperti mengiris musuh bebuyutan yang ada kulitnya habis tersisa setengah MayaTawa kecil Aris berderai renyah di dalam dapur mungil villa tua itu memecah kesunyian pagi yang biasanya diisi dengan ketegangan Sinar matahari keemasan menerobos masuk lewat jendela kecil berbingkai kayu menyinari uap tipis yang mengepul dari panci sup mendidih di atas kompor Maya mengerutkan keningnya mendengus pelan sambil menghentikan gerakan pisau di tangannya