Cuplikan Chapter ini
Udara pegunungan Malabar pada malam hari memiliki karakteristik yang unik dingin yang menggigit namun murni hingga ke paru-paru Di teras balkon kayu vila utama Arfan telah menyiapkan dua cangkir kopi tubruk yang masih mengepulkan uap tipis ke udara malam yang kelam Langit di atas mereka tidak lagi tertutup mendung seperti minggu-minggu sebelumnya Malam ini taburan bintang tampak begitu jelas berserakan seperti butiran berlian di atas kanvas beludru hitam yang tak bertepiArfan menyand