Cuplikan Chapter ini
Suara gemuruh langit malam itu bergemetar hebat mengguncang dinding-dinding rumah kayu tua yang berdiri rapuh di tengah perkebunan teh Di dalam kamar tidur yang temaram diterangi hanya oleh nyala lampu minyak yang berkedip-kedip tertiup angin celah jendela Shasmira meringkuk di sudut ranjang Ia menarik selimut tebal wol hingga menutupi seluruh tubuhnya membiarkan tubuh kecilnya bergetar hebat setiap kali kilatan petir menyambar garang memancarkan cahaya putih kebiruan yang menembus tir