Cuplikan Chapter ini
Cahaya lampu meja kerja yang temaram memantulkan bayangan Arfan yang tengah terpaku menatap layar laptop jemarinya berhenti mengetik di atas papan tik Di seberang meja berkas-berkas laporan keuangan berhamburan tak beraturan mencerminkan kekacauan pikiran yang sedang melanda batinnya sejak sore tadi Suasana malam di ruang kerja apartemen itu terasa begitu pengap meski penyejuk udara mendengung pelan di sudut ruangan Pikirannya tidak lagi tertuju pada angka-angka atau target perusahaan