Cuplikan Chapter ini
Langit di atas kota mendadak berubah menjadi kelam pekat sejak pukul lima sore menyelimuti deretan bangunan rumah susun dengan tirai abu-abu yang tebal Udara terasa begitu lembap dan panas seolah seluruh oksigen di bumi disedot naik ke angkutan awan kumulonimbus yang menggantung rendah Di dalam ruang tamu yang sempit Maya berdiri mematung di dekat jendela kaca yang mulai berembun Ia memperhatikan tetesan air hujan pertama yang jatuh menimpa seng balkon menciptakan bunyi ketukan ritmis