Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menyusup lembut lewat celah tirai sutra berwarna gading di kamar utama kediaman Arfan memantulkan bias cahaya keemasan di atas lantai marmer putih yang bersih Shasmira terbangun perlahan dari tidurnya merasakan kehangatan yang tidak biasa merambat di sekujur tubuhnya Di sampingnya lengan kekar Arfan masih melingkar erat di pinggangnya mendekapnya dengan sangat hati-hatiseolah-olah ia sedang memegang benda paling rapuh dan berharga di dunia iniSejak hasil pemeriksaan dokt