Cuplikan Chapter ini
Malam merayap lambat di balik kaca jendela besar kediaman Arfan membawa serta hawa dingin sisa hujan sore yang baru saja reda Di dalam kamar utama yang luas Shasmira duduk memeluk kedua lututnya di sudut ranjang berseprai putih bersih Tatapannya kosong menerawang ke arah lantai marmer yang mengkilap sementara sisa-sisa air mata masih mengering di pipinya yang pucat Hari-hari yang ia lewati di rumah itu telah merenggut seluruh energinya meninggalkan kehampaan yang begitu dalam di dalam