Cuplikan Chapter ini
Sore hari di kawasan perkebunan teh Malabar merambat turun dengan lambat membawa serta hawa dingin yang menusuk tulang hingga dibalik jaket tebal Langit di atas lembah yang tadinya berwarna biru cerah perlahan-lahan tertutup oleh gumpalan awan hitam pekat yang menggantung rendah seolah menekan perbukitan hijau di bawahnya dalam cengkeraman kelam Angin pegunungan bertiup kencang menggoyangkan pucuk-pucuk daun teh dan menimbulkan suara desau yang menyerupai bisikan tajam Di beranda sampin