Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menyusup lembut lewat jendela kaca besar di paviliun utama kediaman keluarga besar Arfan memantulkan bias cahaya keemasan di atas lantai marmer putih yang bersih tanpa noda Udara di dalam ruangan terasa sejuk berpadu dengan aroma teh hijau melati yang mengepul tipis dari cangkir porselen antik di atas meja rendah Shasmira duduk di dekat ranjang pesakitan dengan balutan dress selutut berwarna biru pastel wajahnya tampak tenang namun menyiratkan ketegangan batin yang mendalam