Cuplikan Chapter ini
Suara alarm berdering tepat pukul enam pagi dari nakas kayu jati di sisi ranjang besar kamar utama Shasmira meraba-raba permukaannya dengan mata masih terpejam rapat berusaha memadamkan suara bising yang memecah keheningan pagi Begitu tombol snooze ditekan keheningan kembali merayap membawa serta kesadaran penuh tentang di mana ia berada sekarangdi dalam kamar luas bersayap barat kediaman Wiratama terikat secara hukum dengan pria yang paling dihindarinya seumur hidupIa bangkit duduk