Cuplikan Chapter ini
Langit di sebelah timur perlahan-lahan menguak tirai malam memancarkan semburat jingga keemasan yang menembus celah kaca jendela rumah susun yang kemarin malam porak-poranda diterjang badai Udara pagi terasa begitu segar membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang tersiram air hujan semalaman Di dalam ruang tamu yang masih menyisakan sedikit jejak berantakan Maya membuka matanya perlahan Cahaya matahari pagi yang hangat menyentuh lembut wajahnya memberikan sensasi ketenangan yang sudah