Cuplikan Chapter ini
Suasana di ruang tamu keluarga besar Arfan di Bandung selalu terasa menyesakkan tidak peduli seberapa luas arsitektur rumah bergaya kolonial tersebut Aroma teh melati yang diseduh dengan sempurna tidak mampu menutupi ketegangan yang menggantung di udara Arfan duduk tegak di sofa di sampingnya Shasmira tampak tenang meski tangannya di bawah meja tertutup rapat mencengkeram tas kecilnya seolah itu adalah satu-satunya jangkar di tengah badai yang siap menghantamDi seberang mereka sang ay