Cuplikan Chapter ini
Matahari sore memantulkan bias cahaya kemerahan di balik kaca jendela rumah susun yang kini tampak begitu bersih dan tertata rapi Tidak ada lagi tumpukan berkas yang berserakan tanpa aturan tidak ada lagi sekat-sekat imajiner yang membatasi ruang gerak dan yang terpenting tidak ada lagi dinding ketidakpercayaan yang membentang di antara mereka Di ruang keluarga yang hangat Maya duduk bersandar di sofa sementara Aris menyiapkan dua cangkir teh chamomile di dapur kecil yang terhubung lang